Aplikasi Alboom Ajak Masyarakat Aktif Perkuat Mitigasi Fenomena HABs

TEKNOTERKINI.COM Fenomena Harmful Algal Blooms (HABs) atau pasang merah merupakan ledakan populasi fitoplankton yang cepat dan masif di perairan. Fenomena ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kematian massal organisme akuatik, penurunan kualitas air, dan keracunan pada manusia akibat mengkonsumsi organisme akuatik yang terpapar HABs.

Di Indonesia, fenomena HAB menyebabkan masalah lingkungan, ekonomi, pariwisata, dan kesehatan masyarakat yang signifikan. Salah satu subsektor perikanan yang terkena dampak fenomena ini yaitu budidaya ikan mengalami kematian massal dalam skala besar. Selain itu, kejadian keracunan setelah mengkonsumsi makanan laut yang terkontaminasi toksin dari plankton penyebab HABs juga sangat sering terjadi.

Fenomena HABs berdampak pada berbagai aspek. Mulai dari sosial, ekonomi hingga lingkungan. Meski begitu, upaya pencegahan dan mitigasi belum banyak dilakukan. Terutama dalam aspek sistem peringatan dini bagi HAB untuk meminimalisir dan mengurangi dampak kerusakan tersebut.

Baca Juga  Pembaruan DSM 7.0 besar-besaran Synology sekarang aktif - inilah cara mengunduhnya ke NAS Anda! | TeknoTerkini

Badan Penelitian dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui kerjasama penelitian antara Pusat Penelitian Perikanan (Pusriskan) dan Pusat Penelitian Informasi (PRI), Badan Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Future University Hakodate, Jepang telah berhasil membuat terobosan baru. dalam upaya mengantisipasi dampak negatif dari kejadian HABs di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan aplikasi peringatan dini Alboom yang merupakan singkatan dari alga bloom monitoring system.

Alboom merupakan aplikasi yang secara aktif melibatkan masyarakat pesisir sebagai warga ilmu untuk berbagi informasi tentang kejadian HABs di wilayahnya masing-masing. Model partisipasi masyarakat ini menjadi komponen utama dalam pengembangan dan menjamin keakuratan suatu sistem DSS. Termasuk DSS untuk budidaya dan perikanan tangkap. Informasi dan dokumentasi yang dikumpulkan oleh masyarakat nantinya akan membantu dalam pemetaan terjadinya, sebaran, penyebab terjadinya, dan prekursor HABs.

Baca Juga  Ditjen Pendidikan Vokasi Perkuat Sinergi, Tingkatkan Kompetensi Guru dan Siswa SMK

Secara khusus, aplikasi Alboom dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini bagi masyarakat pada umumnya dan pembudidaya ikan pada khususnya di lokasi kejadian HABs. Sementara secara nasional, aplikasi Alboom berguna sebagai penyedia database historis dan kejadian-kejadian HABs real/near time di seluruh Indonesia yang saat ini belum tersedia.

Untuk mendukung pengembangan aplikasi Alboom, Pusriskan bekerjasama dengan PRI-BRIN telah mengadakan Kuliah Umum dan Workshop Pelatihan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bidang Perikanan tentang Sistem Peringatan Dini untuk HABs pada bulan Oktober 2021. dilakukan untuk memperkenalkan pemanfaatan TIK khususnya untuk sistem peringatan dini HABs dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai science citizen dalam upaya mitigasi HABs di Indonesia.

Baca Juga  Aplikasi Perbaikan Rumah DIY Terbaik untuk iPhone dan Android - Ulasan Geek

Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro dalam pesannya menyampaikan bahwa produk teknologi informasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kelautan dan perikanan untuk tujuan pengelolaan yang berkelanjutan.

“Hal ini mencerminkan rendahnya pemahaman masyarakat akan bahaya HAB yang dapat berdampak pada kematian ikan yang menjadi sumber makanannya. Untuk itu perlu adanya sosialisasi untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” kata Kusdiantoro. , dikutip dari situs Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dengan adanya aplikasi ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat kelautan dan perikanan dapat berperan aktif dalam memperkuat upaya mitigasi HABs di pesisir. Khususnya pada subsektor perikanan budidaya dan perikanan tangkap dengan berpartisipasi dalam pengembangan dan pembangunan database event HABs di Indonesia melalui aplikasi Alboom.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *